Ketulusan
hati, tidak dinilai dari seberapa besar apa yang kita berikan. Tidak dinilai
dari seberapa sering kita memberikan kepada orang lain. Tetapi ketulusan hati
dinilai dari apa yang sudah kita berikan itu tidak kita ungkit kembali.
Friday, 29 August 2014
Tuesday, 26 August 2014
Ketika aku
melihatmu, membuatku semakin merindukanmu. Kita terlalu lama berjalan
beriringan, terlalu lama berjalan bersama sampai kita lupa kalau kita akan
berpisah di persimpangan. Menjalani hidup kita sesuai dengan jalan yang kita
pilih tanpa melihat lagi kebelakang. Karena meskipun aku melihat kebelakang,
aku tak akan pernah melihatmu disana. Kamu ada disampingku, tapi di sisi jalan
yang lain. Melihatmu saat ini, adalah sebuah kesahalahan bodoh yang aku
lakukan. Karena melihatmu, hanya akan mengingatkanku pada kenangan kita saat
kita masih berada dijalan yang sama...
Monday, 25 August 2014
Ingatkah
saat kita bersama, mengurai cerita yang hanya kita dan Tuhan yang tahu apa yang
pernah terjadi, mengukir kenangan yang pada akhirnya hanya menyakiti perasaan
kita meski itu begitu indah. Tanganku selalu kamu genggam, bahumu selalu
membuatku nyaman, tapi bagaimana bisa kita saling mengacuhkan apa yang sudah
terjadi saat kita bersama orang lain? Mereka hanya tahu cerita tentang kamu dan
dia, dan aku dengannya, bukan cerita tentang aku dan kamu. Pada akhirnya kita
kembali pada cerita masing-masing, meski kita saling mengerti perasaan satu
sama lain. Tidakkah itu berat untukmu? Atau hanya aku yang merasa terlalu berat
untuk kembali? Seandainya kamu belum bersamanya, dan aku belum bersama dia
akankah ada cerita tentang kita? Maaf aku terlalu berharap akan ada cerita
tentang kita. Aku tahu kita tidak mungkin menyakiti seseorang yang bahkan tidak
tahu apapun tentang apa yang sudah terjadi diantara kita. Setiap aku merasa
berat untuk memendam perasaanku, aku selalu mengingat perkataanmu "apa yang
sudah pernah terjadi diantara kita biarlah hanya kita dan Tuhan yang tahu. Jika
kita mengikuti ego kita, pada akhirnya kita semua akan tersakiti, bukan hanya
aku dan kamu". Biarlah mereka hanya tahu kamu sebagai sahabatku, tetapi
bukan orang yang aku cinta. Cerita kita itu hanya tertulis disebuah buku
rahasia...
Pertemuan Kita
Kamu
boleh saja lupa bagaimana awal kita bertemu,
Tapi
jangan pernah kamu lupa kalau kita saling mengenal
Kamu
boleh saja lupa apa saja tingkah bodoh yang pernah kita lakukan,
Tapi
ingat, karena tingkah bodoh itulah kita menjadi akrab
Kamu
boleh saja lupa mengingat hal-hal kecil yang sering kita lakukan bersama,
Tapi
jangan pernah lupa mimpi kita tentang hal menakjubkan
Kita
memang berasal dari latar belakang kehidupan yang berbeda,
Tetapi
bukan berarti kita tidak bisa menciptakan warna indah dengan mencampurnya
Kita
memang memiliki banyak perbedaan
Tetapi
bukan berarti kita tidak memiliki kesamaan
Kita
memang dipertemukan Tuhan disaat kita masih sangat polos
Sadarkah,
pertemuan kita begitu indah?
Tuesday, 27 May 2014
Sebenarnya bukan kamu tidak tahu, kamu hanya berusaha menyangkalnya. Iya, perasaanmu itu. Kamu berusaha membohongi dirimu sendiri, meski kamu tahu ada yang salah dengan itu. Bahkan kamu berusaha untuk menghindarinya. Mencoba mencari alasan-alasan yang logis, sehingga kamu tidak mempedulikan perasaanmu lagi. Kamu hanya tidak mau tahu, tidak mau menerimanya.
Kita terlalu sibuk
memikirkan bagaimana kita menjadi dewasa. Sampai kita lupa bahwa orang tua kita
juga semakin tua, lupa bahwa orang-orang disekitar kita juga tumbuh seiring
waktu bersama kita. kita menjadi terlalu egois dengan keadaan sekitar, saat kita
sadar semuanya sudah berubah. Saat kita sadar, terasa ingin mengulang waktu
yang sudah kita lewatkan, yang lupa untuk kita perhatikan.
Monday, 5 May 2014
Ketika aku
akan terjatuh, apakah kamu akan memegang tanganku dan menjagaku agar aku tak
terjatuh?
Ketika aku
sudah terpuruk, apakah kamu akan mengulurkan tanganmu untuk membuatku bangkit
dan berkata "tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja"?
Ketika aku
tersesat, maukah kamu merelakan tanganmu untuk menarikku dan membawaku kembali?
Ketika aku
berada dalam euphoria kebahagiaan, maukah kamu mengingatkan aku akan kerendahan
hati?
Maukah
kamu?
Subscribe to:
Posts (Atom)