Ingatkah
saat kita bersama, mengurai cerita yang hanya kita dan Tuhan yang tahu apa yang
pernah terjadi, mengukir kenangan yang pada akhirnya hanya menyakiti perasaan
kita meski itu begitu indah. Tanganku selalu kamu genggam, bahumu selalu
membuatku nyaman, tapi bagaimana bisa kita saling mengacuhkan apa yang sudah
terjadi saat kita bersama orang lain? Mereka hanya tahu cerita tentang kamu dan
dia, dan aku dengannya, bukan cerita tentang aku dan kamu. Pada akhirnya kita
kembali pada cerita masing-masing, meski kita saling mengerti perasaan satu
sama lain. Tidakkah itu berat untukmu? Atau hanya aku yang merasa terlalu berat
untuk kembali? Seandainya kamu belum bersamanya, dan aku belum bersama dia
akankah ada cerita tentang kita? Maaf aku terlalu berharap akan ada cerita
tentang kita. Aku tahu kita tidak mungkin menyakiti seseorang yang bahkan tidak
tahu apapun tentang apa yang sudah terjadi diantara kita. Setiap aku merasa
berat untuk memendam perasaanku, aku selalu mengingat perkataanmu "apa yang
sudah pernah terjadi diantara kita biarlah hanya kita dan Tuhan yang tahu. Jika
kita mengikuti ego kita, pada akhirnya kita semua akan tersakiti, bukan hanya
aku dan kamu". Biarlah mereka hanya tahu kamu sebagai sahabatku, tetapi
bukan orang yang aku cinta. Cerita kita itu hanya tertulis disebuah buku
rahasia...
No comments:
Post a Comment